Showing posts with label Regional. Show all posts
Showing posts with label Regional. Show all posts

Angin Kencang Landa Aceh Selatan

01:18:00 Add Comment
ilustrasi
HABAKOTAMADANI, ACEH SELATAN - Angin kencang disertai hujan lebat terus melanda dan mengguyur sebagian besar Aceh Selatan, sejak tiga hari terakhir.

May Fendi, SE ketua Satgas Aceh Selatan mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor tetap waspada menghadapi cuaca ekstrim tersebut.

Ya, cuaca sejak tiga hari terakhir ini kurang bersahabat, karenanya kita menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsong, kata May Fendi, SE. Kamis (25-08-2016) sore.

Angin kencang yang melanda Aceh Selatan tidak hanya mengundang tingginya gelombong, namun dahan pohon yang rindang juga ikut patah diterjang angin.

Demikian juga dengan beberapa baliho milik bakal calon Gubernur Aceh dilaporkan juga ikut rusak dihamtam badai, hingga pukul 18.26 Wib cuaca mendung masih menyelimuti Aceh Selatan. (Serambinew)

Pria Beristri Eh Oeh Bersama Janda 4 kali

01:34:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, ACEH TIMUR - Petugas Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Timur mengamankan pasangan non muhrim yang kedapatan melakukan perbuatan di Kecamatan Idi Rayeuk, Senin (22-08-2016) sekitar pukul 01.30 Wib.

Kasatpol PP dan WH Aceh Timur Adlinsyah S.Sos, M.AP melalui Kabid Penegak Perundangan Undang Daerah dan Syariat Islam, Muzakkir, SH.I mengatakan bahwa penagkapan pasangan tersebut bermula saat warga yang telah lama curiga dengan kelakukan dan gerak-gerik mereka. Pengintaian pun dilakukan dan warga kemudian berhasil memergoki pasangan haram itu saat sedang berduaan didalam kamar dan dalam kondisi setengan telanjang.

Pasangan tersebut berinisial AH (44 Tahun) dan si perempuan berinisial MY (43 Tahun) pasangan itu selanjutnya kami amankan ke kantor guna menghindari amukan warga, kata Muzakkir.

Menurut keterangan kepada petugas, pasangan itu mengakui bahwa mereka berkenalan melalui handphone beberapa bulan yang lalu, kemudian wanita yang diketahui merupakan janda dan pria yang mempunyai istri sah tersebut juga mengakui kepada petugas, mereka telah melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak 4 kali dirumah si janda.

Kita sudah memanggil pihak keluarga masing-masing serta aparat desa setempat, kita akan bermusyawarah terlebih dahulu dan kita juga berharap supaya masalah ini cepat terselesaikan, tutup Muzakkir. (klikkabar)

Angin Kencang, Harga Ikan di Lampulo Mahal

00:33:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, BANDA ACEH - Gelombang laut tinggi dan angin kencang sejak beberapa hari yang lalu mengakibatkan tengkapan sejumlah nelayan Lampulo Banda Aceh menurun drsatis. Akibat, harga ikan melonjak di Tempat Penampungan Ikan (TPI) Lampulo Banda Aceh.

Harga ikan mahal karena hasil tangkapan nelayan sangat sedikit karena cuaca, kata Ridwan pedagang ikan.

Sekarang tangkapan sedikit makanya harga ikan mahal, biasanya harga satu keranjang seberat 30 kilogram dijual dengan harga Rp. 300.000,- tapi saat cuaca buruk seperti ini satu keranjang bisa menjadi Rp. 500.000,- kata Ridwan Selasa (09-08-2016).


Ikan tangkapan paling banyak yaitu jenis tongkol.

Sebelumnya BMKG menghimbau kepada masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar mewaspadai angin kencang selama 3 hari mendatang. (mediaaceh)

Jelang HUT RI 70 Pelajar Latihan Paskibraka di Blang Padang

23:34:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, BANDA ACEH - Persiapan upacara bendera menjelang perayaan HUT RI ke 70 yang akan digelar di Balang Padang pada (17-08-2016) mendatang, sebanyak 70 pelajar dari berbagai sekolah di Aceh mengikuti latihan Paskibraka tingkat provinsi Aceh di lapangan Balang Padang Banda Aceh.

Alta Zaini koordinator pelatihan Paskibraka provinsi Aceh, 70 pelajar tersebut merupakan pelajar tingkat SMA yang lulus seleksi Paskibraka provinsi Aceh pada (15-16 Juli 2016).

Adik-adik ini kita selesksi dulu, 250 pelajar seluruh Aceh tanggal (15-16 Juli 2016) kita seleksi tanggal (17 Juli 2016) kita latihan yang terpilih 70 orang seluruh Kabupaten/Kota, tapi ada beberapa Kabupaten/Kota yang tidak mengirim utusannya jadi kita isi dengan pelajar dan pemuda dari Kota Banda Aceh, ujar Alta Zaini. Selasa (09-08-2016) .

70 pelajar tersebut digembleng setiap harinya untuk mengikuti latihan yang diadakan setiap harinya pada pagi dan sore hari. Mereka latihan dua kali setiap hari, pagi dari jam 7 sampai jam 12.30 Wib, dilanjutkan sore hari, setelah shalat Ashar berjamaah kemudian mereka melanjutkan latihan, ujar Alta Zaini

Para pelajar tersebut tidak hanya diajarkan latihan baris berbaris tapi juga digembleng untuk mengutamakan etika dan memiliki kekreativan. Tujuan agar bisa mengajarkan adik-adik ke depannya untuk mengikuti seleksi nasional, kata Alta Zaini.

Menurutnya setiap tahun Aceh tidak pernah absen mengirimkan wakilnnya ke tingkat Nasional. Seperti sekarang ini yang di Jakarta sekarang ini putra dari Aceh Barat, Putri dari Banda Aceh sudah 3 tahun untuk seluruh provinsi diminta dua pasangan, sampai di Cibubur di seleksi menjadi satu pasang, ujar Alta Zaini (mediaaceh)

Wakil Wali Kota : Banda Aceh Rawan Bencana

19:55:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, BANDA ACEH -  Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin membuka resmi workshop penyusunan Rencana Kontijen (Rekon) Banjir Kota Banda Aceh di Hotel Grand Permata Hati, Gampong Blang Oi, Meuraxa. Senin (08-08-2016).

Acara yang digelar oleh BPBD Banda Aceh ini akan berlangsung hingga (12-08-2016) mendatang ini diikuti oleh 50 peserta perwakilan berbagai instansi terkait baik dari unsur pemerintahan, TNI/Polri, NGO, dunia usaha dan awak media.

Dalam sambutannya, Zaini Arifin menyebutkan tak dapat dipungkiri Kota Banda Aceh merupakan daerah rawan bencana seperti gempa bumi dan tsunami serta banjir disamping bencana-bencana lain seperti kebakaran, angin puting beliung dan epidemi.

Hal tersebut berdasarkan hasil kajian dari pertemuan melalui FGD yang sudah disusun dalam suatu dokumen yang disebut dokumen Rencana Penganggulangan Bencana, kata pria yang akrab disapa Keuchik Zainal.

Pada tahun ini katanya lagi, berdasarkan hasil kajian dalam Rencana Penanggulangan Bencana, peringatan kedua ancaman di Banda Aceh setelah gempa dan tsunami adalah banjir, oleh karena itu Pemko Banda Aceh melalui BPBD telah mengusulkan proposal program-program kegiatan Desa Tangguh Bencana (Destana), Sekolah Aman Bencana, Rencana Kontijen (Rekon), Apel Relawan, dan Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat.

Untuk program Rencana Kontijen (Rekon) banjir ini, katanya lagi, Banda Aceh termasuk dalam 12 Kabupaten/Kota dari 136 Kabupaten/Kota prioritas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBD). Kota Banda Aceh juga mendapat program Destana untuk 2 gampong yaitu Gampong Jawa dan Gampong Deah Glumpang dalam tahun ini.

Ia menjelaskan, kontijen adalah suatu keadaan atau situasi yang diperkirakan akan segera terjadi, tetapi mungkin tidak akan terjadi, sedangkan perencanaan kontijensi adalah suatu proses perencanaan ke depan dalam keadaan tidak menentu, katanya

Dalam Rekon nantinya akan ditetapkan skenario dan tujuan yang disepakati, tindakan teknik dan manajerial serta sistem tanggapan dan pengerahan potensi yang disetujui bersama untuk mencegah, atau menanggulangi bencana secara lebih baik dalam situasi darurat atau kritis, pungkasnya

Dalam laporan panitian yang disampaikan Rusmadi, disebutkan selain penyusunan Rekon banjir, pihaknya juga akan menggelar uji lapangan (simulasi). Simulasi direncanakan di Gampong Batoh atau Gampong Peuniti mengingat kedua gampong tersebut termasuk dalam wilayah rawan banjir, katanya

Renacana kontijen banjir yang akan disusun ini akan berlaku dan dapat dipergunakan sebagai rencana operasi apabila terjadi banjir di wilayah Kota Banda Aceh, rencana kontijen ini nantinya akan berubah menjadi rencana operasi pada masa tanggap darurat, sebut Rusmadi. (klikkabar)

Pencabulan di Rantau Panjang

01:48:00 Add Comment
ilustrasi

HABAKOTAMADANI, LANGSA - Ratusan massa kepung kantor keuchik Rantau Panjang, kecamatan Rantau Seulamat, Kabupaten Aceh Timur. Pasalnya masyrakat marah terhadap Rusli Bin Juned tersangka diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur, Selasa (08-08-2016) sekitar pukul 19.30 Wib.

Kapolres langsa, AKBP Iskandar melalui kasat Reskim AKP Muhammad Taufiq, SIK kepada mediaaceh.co membenarkan peristiwa tersebut.

Ya benar, massa mengepung kantor Geuchik Rantau Panjang karena massa marah kepada terduga (pelaku Asusila) terhadap anak dibawah umur yang mengamankan dirinya di kantor geuchik, katanya.

Kasat Reskrim Polres Langsa itu menjelaskan, Rusli terpaksa meyerahkan dirinya ke kantor geuchik setelah mengetahui perbuatan terendus oleh warga sehingga, kata dia, pelaku mengamankan diri ke kantor keuchik

Namun masyarakat yang mengepung dengan jumlah massa sekitar 500 orang, ujarnya

Dia menambahkan berdasarkan kronologi, terduga sebelumnya yang sedang duduk di kedai memainkan HPnya dan ditampak tampakkan kepada korban lalu korban diajak mandi disugai dan dipeluk-peluk.

Pada saat itu masyarakat memberitahu kepada orang tau korban Sabaruddin (45 tahun), mengetahui perbuatannya teredus warga pelaku baru mengamankan diri ke kantor geuchik, katanya.

Dalam peristiwa ini pihak terpaksa mengamankan kantor geuchik dan melakukan evakuasi terhadap terduga pelaku ke Mapolres Langsa untuk menghindari sasaran amuk massa, serta melakukan pengamanan mako Polsek Rantau Seulamat.

Melakukan penggalangan kepada masyarakat agar masalah tersebut tidak mengembang dan meminta agar mempercayakan penangganannya kepada pihak Polres langsa dan melakukan Pulbaket di lapangan/sekitar TKP, kata Muhammad Taufiq. (mediaaceh)

Lima Anggota Polres Aceh Utara Diberhentikan Tidak Hormat

01:13:00 Add Comment
ilustrasi
HABAKOTAMADANI, ACEH UTARA - Kepolisian Resor Aceh Utara memecat lima anggota yang terbukti melanggar kode etik profesi bhayangkara tersebut.

Mereka diberhentikan karena tersangkut kasus narkoba dan lari dari tugas kedinasan tanpa seizin pimpinan.

Kapolres Aceh Utara Wawan Setiawan melalui Kasubbag Humas AKP M. Jafaruddin kepada AJNN, membenarkan pemecatan terhadap kelima personil tersebut.

Lima anggota polisi itu diberhentikan secara tidak hormat. Keputusan tersebut diambil setelah mereka melewati serangkaian sidang etika. pemberhentian mereka tertuang dalam surat keputusan dari Kapolda Aceh tertanggal (01-08-2016), mereka terlibat kasus narkoba dan indisipliner berat, ujar Jafaruddin, Senin (08-08-2016).

Dia menambahkan, kelima anggota yang dipecar tersebut masing-masing, Brigadir Aulia Nazar, Briptu bambang Ardiansyah, Briptu Hermansyah, Briptu Hernanda dan Bripda Feriansyah.

Setelah diberhentikan, mereka sudah lepas dari tugas dinas kesatuan polisi, semua hak dan kewajiban mereka sebagai anggota polisi juga otomatis gugur, mereka sudah warga sipil biasa. pungkasnya. (ajnn)

Zaini Abdullah : Indonesia Tidak Boleh melupakan Gayo

00:34:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, JAKARTA - Gubernur Aceh Zaini Abdullah menegaskan Bahwa bangsa Indonesia tidak boleh melupakan dataran tinggi Gayo dan warganya yang telah berjasa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dalam acara silaturrahmi dan halal bi halal masyarakat Gayo se-Jabotabek, Sabtu malam (06-08-2016). Zaini Abdullah menyebutkan dari dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah, dikumandangkan bahwa Indonesia masih ada ketika terjadi militer Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia.

Melalui suara pejuang dari dataran tinggi Gayo yang disiarkan Radio Rimba Raya, dunia mengetahui bahwa Indonesia masih ada dan berdaulat, ujar Zaini yang turut didampingi Bupati Aceh Tengah, Nasruddin serta beberapa tokoh Gayo yang hadir.

Lebih lanjut Zaini mengatakan, oleh karena besarnya peran dataran tinggi Gayo dan Aceh secara umum dalam pergerakan dan mempertahankan kemerdekaan sehingga Presiden Soekarno menyebutkan Aceh sebagai daerah Modal.

Radio Rimba Raya berperan sangat besar terhadap kelangsungan pemerintahan Republik Indonesia. Pada saat itu Belanda telah menguasahi ibu kota pemerintahan Indonesia. Dan mengumunkan lewat radio Hilversum (milik Belanda) kepada dunia, bahwa Negara Indonesia tidak ada lagi, tapi dengan suara yang sayup lantang dari dataran tinggi tanah Gayo, Radio Rimba Raya membatalkan berita tersebut dan mengatakan bahwa Indonesia masih ada.

Sejarah ini perlu terus diingat, agar perhatian terhadap wilayah gayo dan Aceh secara umum mendapat prioritas dalam kesinambungan pembangunan, tegasnya. (serambiIndonesia)

Jamaah Calon Haji Aceh Timur Masuk Asrama Haji

00:04:00 Add Comment
ilustrasi
HABAKOTAMADANI, BANDA ACEH - Kelompok Terbang (Kloter) I Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh besar dan Aceh Tamiang mulai masuk asrama haji pada Selasa (09-08-2016) sekitar pukul 17.00 Wib

Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh, melalui Kepala Bidang Pelayanan Haji Umrah, Herman mengatakan, sebanyak 399 JHC sudah termasuk lima orang petugas akan berangkat ke tanah suci pada Rabu (10-08-2016) sekitar pukul 19.00 Wib

Para jamaah akan berangkat melalui Embarkasi Sultan Iskandar Muda dengan Garuda Indonesia, Senin (08-08-2016), pemondokan para jamaah kloter I Makkah di wilayah Azbiah. InsyaAllah para jamaah kloter I akan tiba kembali ke tanah air pada (19-09-2016) sekitar pukul 14.30 Wib, kata Herman

Adapun rincian jumlah jamaah kloter I JCH asal Langsa 123 orang, Aceh Timur 119 orang, Aceh Besar 87 orang dan Aceh Tamian 59 orang serta petugas hali 5 orang, total keseluruhan yang berangkat berjumlah 393 orang Jamaah Calon Haji. (acehterkini)

Jelang 17 Agustus Aceh Selatan Kian Semarak

13:18:00 Add Comment
Foto : Al Fahd Radi Fahlefi
HABAKOTAMADANI, TAPAKTUAN - Melewati kawasan Kabupaten Aceh Selatan, di sepanjang jalan dari Kuta Trieng, Kecamatan Labuhan Barat hingga Kecamatan Trumon Timur dipenuhi bendera dan umbul merah putih berkibar.

Ini dilakukan untuk menyemarak Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71. Dari tahun ke tahun. Kesadaran masyarakat terus meningkat dan berpartisipasi memperingati Hari Kemerdekaan, kata Gunawan salah seorang warga Tapaktuan, Sabtu (06-08-2016).

Setiap Kecamatan berlomba-lomba menyiapkan berbagai atraksi dan permainan rakyat, baik sebelum 17 Agustus 2016 maupun pada hari puncak. Kondisi ini tidak terlepas dari kesadaran dan semangat masyarakat.

Pesona kibaran Bendera Merah Putih juga semarak di kawasan pendalaman, semua ini sudah menjadi panggilan jiwa dan bukti kesadaran masyarakat menyemarak kemerdekaan Negara Indonesia. (goaceh.co)

Pedangang Asal Medan Masuk Islam di Bireuen

12:51:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, BANDA ACEH - Pedangang kain keliling asal Medan Sumatera Utara, Sugen Drin (45 tahun) dengan kesadaran sendiri memeluk agama Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat yang dibimbing Iman Besar Mesjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Tgk H Jamaluddin Idris, propesi pensyahadatan disaksikan jamaah shalat Magrib di Mesjid itu, Jumat (05-08-2016) malam. 

Bilal Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Tgk M Jafar mengatakan, setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Sugen Drin yang sebelumnya menganut agama Hindu, setelah memeluk agama islam namanya berganti Muhammad Abdul Rahim.

Selama ini, Muhammad Abdul Rahim menetap di Bener Meriah, sehari-hari bekerja sebagai pedangang kain keliling di Bener meriah, Aceh Tengah dan Bireuen. katanya

Sugen Drin, pria kelahiran Medan (06-02-1971), tercatat sebagai warga Jalan Gelas Kelurahan Sie Putih Tengah Petisah Kota Medan ini sejak lama sangat berkeinginan untuk memeluk agama Islam di Aceh.

Sugen Drin memeluk Islam juga mengikuti jejak saudaranya, Muhammad Abdul Rahman yang duluan masuk Islam sekitar lima tahun lalu yang menetap di Bener Meriah.

Saya sudah lama berniat untuk memeluk Islam, tapi baru sekarang niat saya tercapai, setelah keinginan saya terkabur, saya juga berencana menjemput keluarga di Medan untuk memeluk agama Islam, Kata Sugen.

Setelah suadara kandungnya memeluk agama Islam, dirinya terus mempelajari agama Islam, melihat kehidupan saudaranya di Bener Meriah tanang dan damai dan begitu rukun serta malai dengan masyarakat di sana.(goaceh.co)

PLN Sebut Aceh Tidak Krisis Listrik

18:43:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, BANDA ACEH - Bob Saril General Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Aceh, mengatakan penyebab listrik sering padam selama ini bukan karna Aceh krisis listrik, melainkan banyak gangguan yang terjadi dilapangan.

Gangguan tersebut sering muncur bukan karena hal teknis, tapi bisa karena adanya pohon tumbang yang menimpa kabel listrik, kata Bob Saril.

Bob Saril mengatakan saat memenuhi undangan Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan di gedung DPR Aceh, sebenarnya Aceh tidak krisis listrik, tapi sangat banyak gangguan di listrik bermacam-macam sebab. Jumat (05-08-2016)

Meskipun demikian kata Bob Saril, PLN Aceh berjanji akan terus berupaya memperbaiki listrik Aceh, kami akan terus berupaya untuk memperbaiki berbagai persoalan dengan kelistrikan di Aceh, ujar Bob Saril. (ajnn)

Kapal Pesiar Pasific Eden Singgah di Sabang

00:48:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, SABANG - Kapal pesiar Pasific Eden berbendera Inggris yang membawa 1.309 wisatawan merapat di Dermaga CT-3 Badan Pengusahan Kawasan Sabang (BPKS) di Sabang. Kamis (04-08-2016).

Kepala Kepelabuhan BPKS Zulkarnein mengatakan, kapal pesiar itu berangkat dari puket, Thailand bertujuan berwisata ke pulau paling ujung barat Indonesia. Kapal pesiar tiba disabang pukul 07.00 Wib merapat di pelabuhan CT-3.

Kapal pesiar milik PT. Pelni meninggalkan pelabuhan CT-3 BPKS pada pukul 16.00 Wib dengan tujuan Singapura. Kapal pesiar parkir selama 8 jam di pelabuhan BPKS dan banyak para penumpang wisatawan turun menuju sejumlah lokasi wisata Pulau Weh, kata Zulkarnein. 

Sebagaimana terlihat di area pelabuhan CT-3 BPKS Dinas Parawisata Kota Sabang bekerja sama dengan sejumlah pihak menyediakan puluhan stand yang menjajakan sovernir khas Sabang dan Aceh.

Pihak perbankan pun terlihat standbay di stand arena pelabuhan tersebut dengan menyediakan jasa penukaran mata uang (many charger). kami menyediakan penukaran 8 mata uang yakni Dolar Amerika, Dolar Australia, Dolar Singapura, Euro, Riyal, Yen, Ringgit. Dominan wisatawan membeli rupiah dengan Dolar Australia, sebut Darma petugas Bank Mandiri. (antaranew)

Jelang 17 Agustus, Penjahit Untung Besar

00:22:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, BANDA ACEH - Sejumlah penjahit di Banda Aceh mengalami pelonjakan orderan menjelang 17 Agustus. Sejak 28 juli para penjahit tersebut mengaku  sudah menerima ratusan orderan jahitan bendera merah putih. Sehari para penjahit bisa menjahit 50 bendera merah putih. Jumat (05-08-2016).

Para penjahit menjual harga satu bendera 20 ribu, sepertinya sampai 17 Agustus masih banyak yang order, kata melisa.

Menurut Siti Melisa, pada bulan-bulan biasa selain menjelang HUT RI, dirinya hanya menerima beberapa orderan jahitan bendera dalam satu bulan.

Menjelang 17 Agustus, laris, yang minta jahit bendera pun banyak, wajar lah, kata Siti Melisa. (mediaaceh)

Aceh Memiliki Lima Pelabuhan Potensial

20:53:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, ACEH BESAR - Saat ini Aceh memiliki sedikit lima pelabuhan laut yang potensial sebagai jalur pelayaran dunia, yaitu pelabuhan Sabang yang dirancang sebagai pelabuhan utama Internasional, pelabuhan Malahayati sebagai pelabuhan penghubung atau feeder tol laut Indonesia, kata Zaini Abdullah Gubernur Aceh.

Di kawasan Pantai Barat Aceh terdapat pelabuhan Calang yang beberapa waktu lalu telah diresmikan operasional oleh Kementerian Perhubungan RI, di kawasan Pantai Timur Aceh terdapat Pelabuhan Krueng Geukueh dan Kuala Langsa.

Hal ini disampaikan saat meresmikan pengoperasian Harbour Mobile Crane atau HMC dan penyambutan kapal petikemas perdana yang dipusatkan di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Jumat (05-06-2016)

Seiring dengan hadirnya Program Tol Laut dan pengembangan kawasan maritim Indonesia, maka sudah saatnya pelabuhan tersebut dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan potensi ekonomi Aceh, pendapat Gubernur Aceh.

Kehadiran kapal peti kemas yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, membuktikan bahwa Pelabuhan Malahayati telah memberikan imbas positif bagi perkembangan perekonomian Aceh. Kita berharap pelayaran ini terus berlanjut sehingga pelabuhan ini semakin ramai didatangi kapal-kapal peti kemas dari berbagai daerah, ujar Gubernur Aceh. (MediaAceh)

1.8 Tahun Gaji Karyawan Tak Bayar Perusahaan

16:50:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, NAGAN RAYA - PT. Gelora Sawita Makmur (GSM) yang berada di wilayah Kecamatan Darul makmur, Nagan Raya dikabarkan tak mendapat upah kerja semenjak Januari 2015 sudah 20 bulan lamanya.

Informasi yang diterima sejumlah karyawan tersebut terpaksa menghentikan pekerjaan karena tak dibayar gaji selama 20 bulan. Sekarang kami sudah dua bulan tidak bekerja, terpaksa mencari pekerjaan lain demi menutupi kebutuhan sehari-hari, kata Syawaluddin salah satu Aisten Devisi Perusahaan.

Karyawan yang tidak menerima gaji dan upah bukan hanya buruh, asisten dan mandor perusahaan pun tak ada dibayar gaji. Bahkan ada karyawan yang terpaksa berhenti karena tidak dibayar dan juga yang diberhentikan perusahaan serta tidak dibayar. kata Syawaluddin.

Syawaluddin juga mengungkapkan, Kami masih ada bukti hasil produksi dan panen selama kami kerja yang belum dibayar semenjak januari 2015, kami juga sudah melapor ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigras.

Kepala Disnakertran Kabupaten nagan Raya Mustafa, mengaku pihaknya sudah menerima surat dari karyawan PT. Gelora Sawita Makmur (GSM). Kami juga sudah menyurati perusahaan PT. GSM terkait aksi mereka yang tidak membayar gaji karyawan, tapi hingga saat ini belum ada balasan dan tidak memenuhi penggilan kami, tutupnya. (portasatu)

Kini Harga Sawit Bisa Cek di Android

15:58:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, SUBULUSSALAM -  Pemko Subulussalam melalui Bagian Ekonomi meluncurkan penggunaan aplikasi Subulussalam Data Aplication (SADA) yang menyediakan informasi seputar barang seperti Tandan Buah Segar (TBS), harga kebutuhan pokok dan luas tanaman perkebunan.


Peluncuran aplikasi Subulussalam Data Aplication (SADA) digelar di halaman Pondopo Wali Kota Subulussalam, Senin 01-08-2016 sekitar pukul 16.00 WIB disaksikan Sekdako H. Damhuri, Wakil Ketua DPRK Fajri Munhte dan Kepala SKPK serta Camat Subulussalam.

Wali Kota Merah Sakti dalam sambutan mengatakan aplikasi SADA memudahkan masyarakat untuk mengetahui harga sawit dan bisa diakses setiap hari. Di Subulussalam terdapat beberapa unit Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PKS) sehingga petani bisa mengecek harga melalui aplikasi SADA bagi penggunaan Android.

Melalui aplikasi SADA informasi yang disajikan para tengkulak tidak bisa lagi memainkan harga sesuka mereka, kata Merah Sakti.

Kepala Bagian Ekonomi Sekdako Subulussalam, Rano Saraan mengatakan aplikasi ini menyediakan informasi tentang harga sembako, termasuk harga Tandan Buah Segar (TBS).

Di sela-sela acara Rano mengatakan yang sudah tersedia itu tentang harga sawit, sembako, luas tanaman padi dan luas tanaman palawija.

Aplikasi SADA bisa diakses siapa saja melalui Google Palay Store, kemudian ketik Subulussalam Data Aplication, sehingga muncur aplikasi SADA.

Penggunaan Android masih sangat terbatas di kalangan petani, smartphone ini banyak dipakai yang tinggal di wilayah kota, sementara para petani masih menggunakan handphone biasa.

Tahun ini baru aplikasi Android, tahun depan akan dikembangkan dengan sistem ekonomi stategi berbasis sms geteway. itu lebih mudah, masyarakat tinggal mengetik melalui sms langsung muncur daftar harga di sana, kata Rano. (portasatu)

Selama Setahun Paman Cabuli Dua Keponakan di Banda Aceh

11:53:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, BANDA ACEH - Perbuatan yang dilakukan tersangka selama satu tahun, biasanya mereka melakukan di rumah korban, kadang kala juga di rumah tersangka saat kondisi sepi.

Satuan Reservese Kriminal Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Banda Aceh berhasil meringkus satu pria dewasa berinisial J (47 th) pelaku pencabulan di kediamannya. Kamis (14-07-2016). Hari itu juga. Mirisnya korban pencabulan itu adalah kedua keponakannya.

Pelaku berhasil ditangkap di rumahnya, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Pelaku itu adalah pamannya korban. kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin, Senin (01-08-2016) di Banda Aceh

Pihak Kepolisian memberikan keterangan, tersangka telah mencabuli kedua keponakan selama satu tahun. Orang tua korban sempat curiga, karna dua anak itu selalu meringis kesakitan pada kelaminnya. Setelah ditanyakan, baru diketahui pamannya J telah mencabuli mereka.

korban pencabulan merupakan adik dan kakak. Kasus ini terbongkar pada kamis 14-07-2016 saat korban melaporkan aksi bejat J pada orang tuanya, itu pun saat korban ketahuan mengeluh kesakitan di alat vitalnya, ujar Saladin.

Akibat perbuatannya, J dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, saat ini tersangka masih mendekam di penjara Mapolres banda Aceh. (portasatu)

Tiga Pengedar Ganja Nagan Raya Ringkus, Dua Diantaranya Wanita

00:54:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, SUKA MAKMUE - Dalam operasi petugas kepolisian Reserse Narkoba Polres Nagan Raya berhasil mengamankan tiga orang pelaku pengedar narkotika jenis ganja dalam sebuah penangkapan yang diawali penyemaran yang ditangkap di lokasi terpisah dikawasan Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, Senin (01-08-2016) tengah malam sekitar 00.15 Wib.  

Mereka bernama Alamsyah (45 th) dan dua diantaranya wanita yakni Beidah (54 th) serta Meisura (25 th) yang tercatat sebagai warga Alue Waki.

Pelaku masih kita amankan di Mapolres Nagan Raya untuk pengembangan lebih lanjut, kata kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi MH. (serambi indonesia)

Peneliti : Melamar Anak Gadis Pidie Harus Sediakan Emas 20 hingga 30 Mayam

01:10:00 Add Comment

HABAKOTAMADANI, YOGYAKARTA – Pernikahan di Aceh masih dianggap sebagai hal sakral, sama halnya dengan daerah lain di Indonesia. Namun dari sebuah penelitian terungkap, belakangan muncul tren perceraian yang tinggi.
Para peneliti dari Pusat Studi Kependudukan dan Sumber Daya Manusia Universitas Syiah Kuala memaparkan fenomena terkini yang terjadi di Aceh terkait pernikahan dan perceraian. Data ini penting untuk menentukan kebijakan terkait kependudukan di masa depan.
Fakhruddin salah satu peneliti  menjelaskan, kultur pernikahan di Aceh. Jika ingin melamar anak gadis di wilayah Pidie, misalnya, harus menyediakan emas seberat 20-30 mayam atau 70-100 gram emas. Bila rata-rata harga 1 gram emas di Aceh mencapai Rp 1,1 juta, maka mahar yang diberikan ketika ingin menikahi gadis Aceh minimal Rp 100 juta.
“Apalagi kalau nanti dapat istrinya punya gelar Cut atau Syarifah. Lebih besar lagi biayanya,” paparnya dalam Pertemuan Nasional Diseminasi dan Sosialisasi Hasil Kajian Dialog Kebijakan Kependudukan, di Grand Aston Hotel Yogyakarta, Senin 25 Juli 2016.
Ini belum termasuk prosesi budaya yang cukup panjang di Aceh terkait pernikahan. “Tujuannya ya agar pernikahan itu menjadi sesuatu tidak mudah untuk dimulai tetapi juga tidak mudah diakhiri,” imbuhnya.
Sumber : detik
Foto : Cut Meyriska, Artis berdarah Aceh